
Tangkisku di ujung Banda...
kumenangisi dirimu yang hancur lebur di Serambi Mekah
kumenangis, menangis dan terus menangis
meratapi nasibmu yang kian hari kian malang
26 Desember 2004...
ku masih ingat betul hari yang paling kejam bagimu
ombak bergulung-gulung menyapa dirimu
meluluh lantahkan seluruh pilar yang kau punya
hingga membuatku menemukan ribuan orang yang berisitirahat kekal

tiupan sang sepoi yang menggila
getaran ibu bumi ini
semua..semua...semua itu memaksaku untuk mengucurkan derai air mata yg deras
Allah sudah geram...
Allah tak mau nego lagi...
Iapun murka pada kalian semua
Kuharap Engkau tak perlu untuk melakukan itu lagi ya ALLAH
AMIN.
1 komentar:
Posting Komentar